Selasa, 15 Juli 2008

Sebuah Kebijaksanaan


THE ROAD NOT TAKEN by Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I-
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Gee….I love this poem.Sejak manusia ini di"lemparkan" ke dunia ini, manusia mempunyai beban dan tanggung jawab yaitu untuk selalu memilih dan terus tidak pernah berhenti untuk memilih sampai akhir hayatnya. Manusia eksistensial adalah manusia yang sadar akan tuntutan hidup ini.

Ada perkawinan ide menarik yang terdapat di puisi Frost the Road Not Taken dengan pemikiran filsafat eksistensialisme. Yaitu sikap manusia untuk memilih.
Heiddeger, filsuf eksistensilis, menggambarkan hidup manusia sebagai keterlemparan. Manusia tidak tahu mengapa dia dilahirkan di dunia ini. Dalam misteri, manusia menjalani hidupnya yang terus memilih. Heidegger membedakan antara eksistensi asli dan semu. Eksistensi yang asli adalah kemandirian manusia untuk memilih dan yakin akan pilihannya itu dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi di depan. Sementara eksistensi semu adalah cara hidup manusia yang menegasi jati dirinya tenggelam dalam arus.

Puisi Frost di atas merupakan refleksi bagaimana manusia menghayati eksisitensinya. Dia harus menentukan pilihannya dari dua jalan di depannya. Tatapan jauh ke depan dua jalan tersebut. Semakin jauh semakin tidak jelas karena jalan itu berkelak-kelok. Sehingga sampai akhirnya manusia memilih salah satu jalan.
Dia hanya menjalani jalan ini. Kelak-kelok, dan tikungan di jalan ini kadang membuatnya bertanya:"Apa benar saya telah mengambil jalan yang benar? Ah...sepertinya jalan satunya kok lebih enak Because it was grassy and wanted wear;Though as for that the passing there, Had worn them really about the same,
Tapi kemudian dia sadar dengan mengatakan Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
"Sudahlah...saya yakin ini yang terbaik buat saya. Jalan yang menuntun pada suatu tujuan dan impian saya.
Lagi pula tidak mungkin lagi untuk kembali. Ya ini yang terbaik...."


Tak seorang pun tahu masa depan itu seperti apa namun pilihan harus diputuskan. Dan sekali diputuskan maka itu menjadi jejak sejarah. Dan sejarah tidak pernah bisa kembali. Kecuali di kekinian ini dan di rancangan masa depan benar-benar segala sesuatu yang dipikirkan dengan baik.
Marilah kita menjalani pilihan itu dengan syukur, harapan dan keyakinan. Jangan melihat jalan lain yang mungkin “lebih enak”.Mari kita buat sejarah kita masing-masing sampai di penghujung jalan. Menabur (bahkan kalau perlu dengan air mata) karena akhirnya kita akan pulang dengan sorak sorai.

This article is dedicated to all of you

Senin, 14 Juli 2008

Bitter Romance in Life


Breaking up is never fun. The end of a relationship means the beginning of a period of mourning and healing for both people.

If the break up was mutual both people would experience a period of adjustment where they are getting used to no longer being together. If the break up was not mutual the person who ended things may be dealing with guilt and feelings that they may have made a mistake. The person being broken up with will definitely have to adjust, first to being rejected and second to life without somebody they still care for.

Keep in your mind that many people have some myths about break up.
Myth #1: There is only one soulmate for every one person in the world.
Reality: There are millions of potential soulmates for every person in the world.
You think he/she is the only one? Wrong. You may think that now, but you'll see.
Myth #2: Your heart will never fully recover.
Reality: It will.
As soon as you get recovered you eventually fall in love again with someone new.
Myth #3: You can't fall in love with someone new if you're already in a good relationship.
Reality: Yes you can. It's true that you can only be 'madly' in love with one person at any given time, but it is possible to be in love with two people at once.

People who are in good, happy, healthy relationships can still fall in love with someone new. That's what makes life complicated.How do you get through those first few weeks? Here we list eight essential things everybody must do in the early days of a break up to let the healing begin.
1. Avoid the former love.
2. Talk out your feelings with close friends.
3. Cry if you want to. Your crying is to cleanse you of any pain not make your lover come back.
4. Put away or give away anything and everything that reminds you of the relationship.
5. Don’t slip up and get together with your ex.
6. Focus on all the things about your ex that drove you crazy, turned you off, or that you just plain found annoying.
7. Think about the mean, cruel or rude things your ex may have done in your relationship.
8. Maintain a strict no contact policy and stick with it. Don’t pass notes through friends. Don’t make any calls.

Why should you mourn? Life is beautiful.Be happy!!!

Rabu, 09 Juli 2008

Teman


For friendship maketh indeed a fair day in the affections, from storm and tempests; but it maketh daylight in the understanding, out of darkness, and confusion of thoughts.
The Essays by Bacon, Sir Francis
--thus speaketh the true reverence, which doth not venture to solicit friendship.
Thus Spake Zarathustra: A Book For All And None by Nietzsche, Friedrich

Teman itu mempunyai makna yang dalam yang memiliki kualitas sikap hidup lebih tinggi dari pada seseorang yang dicintai (lover). Oscar Wilde mengatakan: Love is all very well in its way, but friendship is much higher.
Di dalam kebudayaan Indonesia umumnya orang yang kita kenal atau bahkan baru dikenal, kita bisa menyebutnya sebagai teman. Namun tidak demikian halnya dengan kebudayaan Barat, teman atau friend memiliki kualitas-kualitas tertentu. Bahkan esensi kata teman lebih kuat dari pada orang yang dicintai lover kata dramawan Inggris Oscar Wilde.
Dari sejarah katanya saja kata teman itu justru awalnya sama dengan kata yang dicintai atau lover. Dalam bahasa Yunani friend adalah philos dan phile kata kerja artinya mencintai. Kata ini sama dengan kata Old Inggris fr ond yang di kemudian hari berubah menjadi friend. Kemudian kata ini berkembang di Jerman dengan istilah *frithu-, yang artinya damai atau peace atau pembuat kedamaian. Karena itulah maka tidak heran muncul nama Frederick. Dalam kepercayaan kuno Jerman isitlah frithu- itu berhubungan dengan dewi Frigg yaitu dewi cinta yang konon katanya kemunculannya selalu pada hari Jumat atau Friday. Maka berbahagialah bagi anda yang lahir pada hari Jumat dan sekaligus bernama Jumat atau Frigg/Fredercik dsb karena itu berarti anda dilahirkan sebagai pembawai damai dan cinta.
Beberapa kualitas (Oxford 2008) yang muncul dalam teman atau friend adalah sebagai berikut:
a. person whom one knows, likes, and trusts
b. A person with whom one is allied in a struggle or cause; a comrade.
c. One who supports, sympathizes with, or patronizes a group, cause, or
movement:
Bisa Dipercaya
Sebagai seorang teman maka dia haruslah menjadi orang yang sungguh-sungguh dikenal, menyenangkan dan dipercaya. Dia mau mendengar keluh kesah, penderitaan, dan menyimpannya sungguh-sungguh itu menjadi bagian dan rahasia dirinya.
Berempati
Kecerdasan bentuknya sangat multidemensial. Salah satu wujud kecerdasan itu adalah kecakapan emosi yang direpresentasikan dalam bentuk kemampuan untuk berempati, mengerti atau mengambil posisi atau keadaan temannya.
Pendorong
Kualitas berikut yang harus dimiliki seorang teman adalah bahwa dia bisa berperan sebagai pendorong atau yang memeberi motivasi. Orang dikatakan motivator bila dia rela menanggung beban atau berkorban akan dirinya, investasinya baik sisi keuangan, waktu, tenaga, pikiran dan apa yang ada pada dirinya.
Jelas teman harus dibedakan dengan selingkuhan atau affair.
Orang berselingkuh karena dia tidak mengerti esesni teman. Selingkuh merupakan bentuk dominasi yang memaksa. Selingkuh hanya menurutkan kehendak daging dan nafsu. Selingkuh ingin menuntut dari apa yang diberikan. Semuanya dihitung.
Sebaliknya, teman bersifat positif demi kemajuan orang lain. Teman rela berkorban. Teman tidak menuntut dari apa yang diberikan. Teman tidak memaksa dan mengikat dalam satu ikatan formal namun memberikan jiwa pembebasan. Teman tidak merendahkan namun justru menumbuhkembangkan potensi orang lain melalui kapasitas dan investasi yang dimilikinya. Semuanya itu bagai air yang disiramkan kepada benih yang tumbuh di hati.

For GB